You Are Here: Home » News » Apa yang Akan Terjadi pada Indonesia jika Inggris Keluar dari Uni Eropa?

Apa yang Akan Terjadi pada Indonesia jika Inggris Keluar dari Uni Eropa?

Perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa (UE) tengah dalam proses pembahasan. Bagi sebagian kalangan pengusaha, CEPA Indonesia-UE sangat diharapkan dapat mendorong kinerja ekspor.

Namun, seiring dengan hal tersebut, beberapa bulan belakangan santer beredar isu keluarnya Inggris dari Uni Eropa atau yang jamak disebut British Exit (Brexit).

Pertanyaan yang mengemuka kemudian, apakah keluarnya Inggris dari UE akan berpengaruh terhadap kinerja perdagangan Indonesia baik dengan UE maupun dengan Inggris?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengatakan, dengan atau tanpa Inggris jadi bagian dari kawasan UE, perdagangan Indonesia khususnya ekspor ke Inggris maupun ke UE tidak terlalu banyak terpengaruh.

“Kalau emerging market (dengan keluarnya Inggris dari UE) itu dampaknya lebih pada kepercayaan terhadap negara-negara maju, terutama UE,” kata Faisal ditemui di sela-sela diskusi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

“Itulah kenapa itu Brexit ini salah satu yang juga mempengaruhi kenapa rupiah kita menguat, karena investor pasar finansial menarik diri dari negara maju, masuk ke emerging market,” imbuh Faisal.

Sementara itu, dampak Brexit terhadap sektor lain tidak akan terlalu signifikan. Informasi saja, referendum Inggris pada 23 Juni mendatang akan menyoroti keanggotaan mereka di UE. Referendum itu merupakan desakan publik terhadap pemerintahan Inggris untuk keluar dari UE.

Menurut Faisal, apabila dari referendum tersebut memutuskan Inggris keluar dari UE, kurs rupiah berada dalam kecenderungan naik (apresiasi) atau minimal stagnan. “Kecenderungan untuk turun (melemah) lebih kecil,” ucapnya.

Isu Brexit ini, imbuh Faisal, sedikit banyak mengompensasi isu kenaikan Fed Fund Rate pada akhir tahun ini.

Sebagai informasi, sepanjang Januari-April 2016 ekspor non-migas Indonesia ke negara-negara UE mencapai 4,61 miliar dollar AS, atau 11,33 persen dari total ekspor non-migas Indonesia ke seluruh negara di dunia.

Sementara itu, impor non-migas pada periode yang sama sebesar 3,59 miliar dollarAS, atau 9,59 persen dari total impor non-migas Indonesia.

 

SUMBER : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/05/18/213000126/apa.yang.akan.terjadi.pada.indonesia.jika.inggris.keluar.dari.uni.eropa.

About The Author

Trading Forex

Number of Entries : 18

Leave a Comment

Scroll to top